Pengertian,Fungsi, dan Struktur Jaringan Tumbuhan



Jaringan merupakan sekelompok sel yang mempunyai asal usul, bentuk, dan fungsi yang sama. Jaringan tumbuhan dikelompokkan menjadi dua, yaitu jaringan permanen dan jaringan maristem. Jaringan permanen tumbuhan tersusun dari berbagai macam jaringan yaitu epidermis, parenkim, kolenkim, sklerenkim, xilem dan floem.
http://2.bp.blogspot.com/-0lAPWo6JTS0/TvACJPYFXkI/AAAAAAAAAE4/zvs1j5rFwug/s1600/macam-macam+jaringan+tumbuhan.jpg

A.Jaringan Meristem
   Jaringan meristem merupakan jaringan yang berbanding tipis dan bersifat embrional, yaitu mampu membelah terus-menerus. Jaringan ini berfungsi untuk pertumbuhan. Jaringan meristem biasanya terdapat di ujung akar,ujung batang,lembaga, dan kambium. Bentuk sel maristem biasanya sama ke segala arah seperti kubus.

B.Jaringan Epidermis
  Jaringan epidermis tersusun dari hanya selapis sel hidup yang berbentuk pipih.Epididimis tersusun rapat sehingga sehingga tidak terdapat ruangan-ruangan antar sel dan terletak di permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada di bawahnya dari kerusakan mekanis dan kekeringan.

C.Jaringan Parenkim
  Jaringan paremkim tersusun dari sel-sel hidup yang memiliki dinding tipis. Jaringan ini tersebar di seluruh bagian tumbuhan. Terdapat dua kelompok jaringan pada daun. Pertama, parenkim palisade. Pada jaringan ini terdapa banyak klorofil sehingga pada bagian ini berlangsungfotosintesis. Kedua, parenkim spons. Jaringan ini memiliki kloroplas yang lebih sedikit dibandingkan parenkim palisade. Parenkim spons juga berperan dalam fotosintesis dan merupakan tempat penyimpanan hasil fotosintesis untuk sementara waktu.

D.Jaringan Penguat
  Jaringan penguat berfungsi untuk memperkuat atau memperkokoh tumbuhan. Jaringan penguat terdiri atas jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim. Jaringan kolenkim merupakan jaringan yang dinding selnya mengalami penebalan dari selulosa yaitu pada bagian-bagian tertentu (penebalan tidak merata), sedangkan jaringan sklerenkim merupakan jaringan yang dinding selnya mengalami penebalan dari lignin secara merata. Jaringan kolenkim dan sklerenkim merupakan jaringan penguat pada tumbuhan.

E.Jaringan Pengangkut
  Jaringan pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Saat mencangkok, bagian luar batang (kulit) dihilangkan hingga yang tertinggal hanya kayu bagian dalam. Bagian yang dihilingkan inilah yang disebut floem dan kayu bagian dalam merupakan xilem. Fungsi Xilem yaitu menyalurkan/ mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke daun, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Pengertian,Ciri-Ciri,Contoh, Dan Macam-Macam Vertebrata



Vertebrata mencakup hewan-hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata dibagi menjadi 5 kelompok sebagai berikut.

A.Pisces (Ikan)
    Anggota kelompok pisces memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berdarah dingin (suhu tubuh berubah-ubah sesuai lingkungan).
  2. Bernapas menggunakan insang.
  3. Badan bersisik atau berlendir.
  4. Berkembang biak dengan cara bertelur dan mengalami fertilisasi eksternal.
  5. Hidup di perairan dan memiliki alat gerak berupa sirip.                               Contoh Ikan salmon.
B.Amphibia (Amfibi)
   Anggota kelompok Amphibia memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berdarah dingin.
  2. Hewan dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit serta hewan muda bernapas menggunakan insang.
  3. Berkulit lembab.
  4. Berkembang biak dengan cara bertelur dan mengalami fertilisasi eksternal.
  5. Hidup di darat dan di air serta memiliki alat gerak berupa kaki. 
C.Reptillia (Reptil)
   Anggota kelompok Reptilia memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berdarah dingin..
  2. Bernafas menggunakan paru-paru.
  3. Kulit bersisik dan kering atau berkarapaks.
  4. Berkembang biak dengan cara bertelur, beberapa di antaranya berkembang biak dengan cara bertelur-melahirkan dan mengalami fertilisasi internal.
  5. Hidup di darat atau di air serta memiliki alat gerak berupa kaki atau otot perut. 
D.Aves (Burung)
    Anggota kelompok aves memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berdarah panas (suhu tubuhnya tidak bergantung pada perubahan suhu di lingkungan).
  2. Bernapas menggunakan paru-paru.
  3. Tubuhnya dilindungi oleh bulu.
  4. Memliki paruh.
  5. Berkembang biak dengan cara bertelur dan mengalami fertilisasi internal.
  6.  Hidup di darat dan memiliki alat gerak berupa kaki dan sayap.               
 E.Mammalia
    Anggota kelompok mamalia memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berdarah panas (suhu tubuhnya tidak bergantung pada perubahan suhu di lingkungan).
  2. Bernapas menggunakan paru-paru.
  3. Tubuhnya ditumbuhi rambut dan dilengkapi dengan kelenjar keringat.
  4. Umumnya berkembang biak dengan cara melahirkan dan mengalami fertilisasi internal.
  5. Hidup di darat atau di air dan memiliki alat gerak berupa kaki atau sirip
  6. Memiliki Kelenjar susu.                  
Contoh Pisces : Ikan Lele dan  Ikan Salmon
Contoh Amphibia : Katak dan Salamander
Contoh Reptillia : Kadal
Contoh Aves : Ayam dan Bebek
Contoh Mammalia : Bekantan dan Gajah

Atom dan Partikel Penyusunnya



Partikel materi merupakan bagian terkecil suatu materi. Partikel materi dibedakan menjadi tiga, yaitu atom, ion, dan molekul. Jika sebuah potongan tembaga dipotong menjadi dua bagian, potongan tersebut masih memiliki sifat tembaga. Jika dipotong lagi, potongan tersebut masih memiliki sifat tembaga dan seterusnya. Pada suatu saat potongan tembaga tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga tidak dapat dipotong lagi.Meskipun ukuran partikel tersebut sangat kecil, tetapi masih memiliki sifat tembaga. Partikel terkecil yang masih memiliki sifat tembaga disebut atom tembaga.Jadi, atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut. Atom merupakan partikel dasar penyusun materi.

 Atom terdiri atas partikel-partikel subatom yaitu elektron (e), proton (p) dan neutron (n). berikut perbedaan antara elektron, proton, dan neutron.

1).Elektron
     pada tahun 1897 Joseph John Thomson menemukan elektron. Thomson menemukan elektron melalui percobaan sinar katode. Setelah itu, pada tahun 1909 Robert Milikan melakukan percobaan tetes minyak untuk menentukan muatan elektron. Berdasarkan percobaan tersebut, milikan menyimpulkan bahwa muatan elektron adalah -1.

2).Proton
    Pada tahun 1886 Eugene Goldstein menemukan proton. Goldstein menemukan proton melalui percobaan tabung Crookes. Berdasarkan percobaan tersebut diperoleh hasil bahwa massa 1 proton sebesar 1 sma dan muatan proton adalah +1

3).Neutron
    Pada tahun 1930 W. Bothe dan H. Becker melakukan eksperimen penembakan partikel alfa ke inti atom berillium (Be). Percobaan ini menghasilkan partikel berdaya tembus tinggi. Eksperimen ini kemudian dilanjutkan oleh James Chadwick, Fisikawan Inggris (1932). Partikel yang menimbulkan radiasi berdaya tembus tinggi itu bersifat netral atau tidak bermuatan dan massanya hampir sama dengan massa proton yaitu 1 sma. Partikel ini disebut neutron.

Atom bermuatan netral karena atom memiliki jumlah proton dan jumlah elektron sama banyak. Apabila jumlah proton lebih banyak dari pada elektron, atom akan bermuatan positif, juga sebaliknya.

Artikel Lainnya

Artikel Lainnya