Perkembangan Budaya di Indonesia Pada Awal Kemerdekaan


   Indonesia dikenal dengan keanekaragaman budayanya.Kondisi tersebut desebabkan masyarakat Indonesia terdiri atas berbagai macam suku dan ras. Sebagai upaya mengembangkan, melestarikan dan mengelola kebudayaan bangsa Indonesia setiap periode pemerintah memiliki cara berbeda-beda sesuai perkembangan zaman.

    Seni sastra dan seni lukis merupakan perkembangan budaya yang menonjol pada awal kemerdekaan berdirinya Balai Pustaka pada awal kemerdekaan menjadi pendorong  perkembangan bahasa dan sastra Indonesia.Untuk memajukan bahasa Indonesia pada tanggal 18 Juni 1947 Menteri pengajaran Mr. R Suwandi membentuk suatu komisi bahasa. Tugas komisi bahasa ini adalah menetapkan istilah-istilah dalam bahasa Indonesia, menetapkan tata bahasa Indonesia, serta menyusun kamus baru atau menyempurnakan kamus yang telah ada dalam bahasa Indonesia untuk keperluan pelajaran bahsa Indonesia di Sekolah.Adapun hasil dari komisi ini adalah lahirnya Ejaan Republik yang biasa disebut ejaan Suwandi dan ditetapkannya lima ribu istilah baru
   Pada awal kemerdekaan muncul karya sastra Angkatan 45 memiliki konsep seni berjudul "Surat Kepercayaan Gelanggang".Konsep tersebut menyatakan para sastrawan Angkatan 45 Ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan di hati nurani.Sastrawan dan karya sastra angkatan 45 sebagai berikut.

 a. Chairil Anwar karyanya "Kerikil Tajam" (1949) dan "Deru Campur Debu" (1949)
 b. Idrus karyanya "Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma" (1948) serta "Perempuan dan Kebangsaan"
 c. Utuy Tatang Sontani karyanya "Suling" (1948)dan "Awal dan Mira" (1962)
 d. Trisno Sumardjo karyanya "Kata Hati dan Perbuatan" (1952)
 e. Asrul Sani, Revai Apin dan Chairil Anwar dengan karyanya "Tiga Menuak Takdir"

Perkembangan seni lukis pada awal kemerdekaan tidak kalah pesat dibandingkan perkembangan karya sastra, terbukti dengan berdirinya organisasi Seniman Indonesia Muda (SIM) pada tahun 1946.Selanjutnya pada tahun 1947 didirikan perkumpulan Pelukis Rakyat sebagai pecahan dari SIM.



Referensi : Buku IPS Kelas 9 Terbitan Intan Pariwara


EmoticonEmoticon