Pengertian,Macam-Macam,dan Contoh Reproduksi Aseksual/Vegetatif Alami Tumbuhan

Reproduksi aseksual alami adalah reproduksi yang dilakukan tanpa melibatkan fertilisasi atau proses peleburan antara sel gamet jantan dan gamet betina dan terjadi dengan sendirinya tanpa bantuan manusia. sifat yang dihasilkan dari reproduksi aseksual alami akan sama dengan induknya. Beberapa jenis reproduksi aseksual alami sebagai berikut.

Tunas

a. Rhizoma (Rimpang)
Rhizoma merupakan bentuk modifikasi batang yang menjalar di dalam tanah yang tumbuh mendatar dan biasanya bercabang. Rhizoma berubas-ruas dan pada permukaannya melekat daun berupa sisik. Pada ruas inilah akan muncul tunas dan tumbuh menjadi individu baru. Tumbuhan yang bereproduksi dengan rhizoma contohnya kunyit, kencur, dan jahe.

b. Stolon (Geragih)
Stolon merupakan batang yang menjalar di atas permukaan tanah. Di ruas-ruasnya muncul akar dan akan tumbuh menjadi individu baru. Tumbuhan yang bereproduksi dengan stolon misalnya stroberi, pegagan, dan rumput teki.

c. Umbi Lapis
Umbi lapis merupakan batang pendek yang tumbuh di dalam tanah dengan daun-daun tebal berbentuk sisik dan berdaging. Pada permukaan atas umbi lapis tumbuh daun yang berlapis-lapis yang disebut bulbus, sedangkan pada bagian bawah tumbuh cakram dan akar serabut.Contoh tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi lapis misalnya bawang merah, bawang putih, dan lili.


d. Umbi Batang 
Umbi batang merupakan  batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggembung yang berisi  makanan cadangan. Pada bagian umbi terdapat calon tunas yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru. Contoh tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi batang adalah kentang dan ubi.


e. Umbi Akar
Umbi akar merupakan  akar yang menggembung dan berisi makanan cadangan. Umbi akar memiliki sisa batang pada pangkalnya sebagai tempat tumbuhnya tunas baru.Contoh tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi akar adalah dahlia,wortel, dan lobak.
 

f. Tunas
Tunas merupakan bagian tumbuhan yang dapat tumbuh menjadi individu baru. Biasanya tunas terbentuk melalui pembelahan sel pada jaringan maristem, misalnya pada ujung batang, ketiak daun, dan ruas-ruas batang. Contoh tumbuhan yang bereproduksi dengan tunas adalah pisang dan bambu.


g. Tunas Adventif
Tunas adventif merupakan tunas yang tumbuh pada bagian daun atau akar. Tumbuhan yang bereproduksi dengan tunas adventif misalnya cocor bebek dan cemara. Tunas adventif pada cocor bebek muncul di tepi daun. Apabila daun tersebut lepas dan jauth, tunas tersebut dapat tumbuh menjadi individu baru.




Referensi: Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX SMP/MTS Terbitan Intan Pariwara

Sinopsis dan Teks Ulasan Novel Rindu Karya Tere Liye




Orientasi
Rindu adalah novel yang ditulis oleh Tere Liye. Buku setebal 544 halaman ini menceritakan tentang perjalanan sebuah kapal yang mengangkut jamaah haji dari Indonesia pada  tahun 1938. Kapal itu bernama Blitar Holland. Perjalanan kapal selama berbulan-bulan ini dimulai dari Makassar - Surabaya - Semarang - Batavia - Lampung - Bengkulu - Padang - dan Aceh. Kemudian singgah di Kolombo - Jeddah - dan Rotterdam.

Tafsiran
Menceritakan tentang keluarga Daeng Andipati yang terdiri dari orang tua, seorang pembantu rumah tangga, serta dua anak yang mengikut perjalanan haji ini, yakni Anna dan Elisa. Mereka menjalani lamanya waktu perjalanan haji dengan riang gembira. Seakan tidak pernah mengerti tentang apa yang terpendam di hati Daeng, ayah mereka.

Ada pula tokoh yang bernama Ambo Uleng. Dia adalah seorang pelaut. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan di atas lautan. Ambo Uleng  menuruni sifat ayahnya yang seorang pelaut juga. Ia menaiki kapal Blitar Holland tidak dengan tujuan apapun. Tidak untuk bekerja, mengumpulkan uang, atau apapun. Ia hanya ingin pergi sejauh-jauhnya meninggalkan tanah Makassar yang ia jalani melalui kisah pilunya.

Di sisi lain, ada seorang keturunan Cina. Ia sering mengajari ngaji anak-anak di mushola kapal sepanjang perjalanan haji. Anak-anak biasa memanggilnya Bonda Upe. Bonda Upe ini ternyata sedang memendam dosa masa lalunya sebelum memeluk Islam. Hingga tiap malam ia selalu menangisi dosa-dosanya yang dulu.


Dari sini  diceritakan pula Gurutta Ahmad Karaeng, ulama tersohor asal Makassar yang mengikuti perjalanan haji. Beliau rutin melaksanakan solat berjamaah bersama penumpang lain. Gurutta juga meminta izin kepada kapten untuk mengadakan pengajian di atas kapal. Beliau adalah sosok yang selalu memberikan jawaban terbaik atas pertanyaan orang-orang. Namun ternyata ia sendiri telah memendam lama sebuah pertanyaan yang tak mampu seorang pun menjawab.

Evaluasi
Novel ini memiliki alur cerita yang begitu mengalir dan menarik untuk dibaca. Novel ini tidak hanya bercerita tentang perjalanan panjang ke Tanah Suci. Dengan beragam tragedi, konflik, dan serangkaian peristiwa yang menyertainya. novel ini semakin berbobot dengan cuplikan suasana kota Surabaya zaman lampau. Novel Rindu mnjadi bacaan dengan ide yang baru dan segar. Tema perjalanan haji di zaman lampau akan menyisakan kesan tersendiri. Sayangnya buku ini memiliki sampul buku yang kurang begitu menarik dan tidak sebanding dengan isinya yang menarik untuk dibaca.

Rangkuman
Rindu merupakan buku ke-20 karya tere liye. Tetapi, Rindi adalah novel yang tidak biasa dan belum pernah ada di dunia perbukuan Indonesia. Novel ini bercerita tentang perjalanan panjang jamaah haji tahun 1938. Tentang kapal uap Blitar Holland. Tentang sejarah nusantara dan tentang pertanyaan-pertanyaan seputar masa lalu, kebencian, takdir, cinta, dan kemunafikan

Transmigrasi di Indonesia Sebelum Kemerdekaan dan Sesudah Kemerdekaan

1).Transmigrasi di Indonesia Sebelum Kemerdekaan
Transmigrasi telah dilaksanakan di Indonesia sejak masa kolonialBelanda dan masa pendudukan Jepang. Tujuan pelaksanaan transmigrasi pada masa ini berkaitan dengan kebijakan ekonomi yang diterapkan kedua pemerintahan tersebut.
Baca juga : Upaya / Cara Untuk Mengatasi Laju Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi



a. Zaman Belanda
Pada masa penjajahan Belanda, transmigrasi dilaksanakan pertama kali pada tahun 1905. Pada saat itu sebanyak 155 keluarga dari Keresidenan Kedu berhasil dipindahkan ke Gedongtataan, Provinsi Lampung. Jumlah penduduk yang dipindahkan mencapai 4800 jiwa.
Tujuan Transmigrasi pada masa kolonial belanda sebagai berikut.
(1).Melaksanakan politik etis atau balas budi dengan mengurangi jumlah penduduk jawa dan   mengingkatkan kesejahteraan penduduk yang masih rendah.
(2).Adanya kebutuhan tenaga kerja untuk perkebudan di luar Jawa milik Belanda dan swasta.

Transmigrasi pada masa pemerintahan Belanda juga terjadi pata tahun 1911, Pemerintahan Belanda memindahkan penduduk Jawa ke daerah yang dinamai Wonosobo di sekitar Sukandana,  Lampung. Pelaksanaan transmigrasi berikutnya terjadi sampai tahun 1929, kemudian tahun 1930 ke Palembang, Bengkulu, Jambi, Sumatra Utra, serta Kalimantan.

b. Zaman Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, dilaksanakan transmigrasi dari Jawa ke Lampung. Jumlah keluarga yang diberangkatkan mencapai 1867 keluarga atau 7399 jiwa. Pada masa pendudukan Jepang, pelaksanaan transmigrasi dimaksudkan untuk memobilisasi tenaga kerja ke perkebunan di luar jawa atau disebut romusha. Selain itu, para transmigran dipekerjakan di proyek pertahanan jepang, baik di dalam maupun di luar negeri.

2). Transmigrasi di Indonesia Sesudah Kemerdekaan
Setelah kemerdekaan, tujuan transmigrasi adalah mengurangi kemiskinan dan kepadatan di Pulau Jawa, memberikan kesempatan bagi penduduk yang belum mendapatkan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk mengolah sumber daya di pulau-pulau di luar jawa seperti Papua, Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Dengan kata lain, transmigrasi dilakukan dalam upaya pengembangan wilayah. Seiring perubahan lingkungan, tujuan transmigrasi sebagai berikut.

  • Mendukung ketahanan pangan dan penyediaan pangan
  • Mendukung kebijakan energi alternatif
  • Mendukung investasi ke seluruh wilayah indonesia
  • Menyumbang bagi penyelesaian masalah pengangguran dan kemiskinan
  • Mendukung ketahanan nasional pulau terdepan dan wilayah perbatasan
Setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah melakukan transmigrasi dalam beberapa periode. Daerah tujuannya semakin luas tidak hanya Lampung, tetapi juga Riau, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatran, dan Kalimantan Barat 

Upaya / Cara Untuk Mengatasi Laju Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi

Menurut Thomas Robert Malthus, laju pertumbuhan penduduk seperti deret ukur (1, 2, 4, 8, dan seterusnya ), sementara pertambangan jumlah produksi makanan seperti deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya), Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup manusia pada masa yang mendatang karena akan menyebabkan kekurangan bahan makanan. Upaya untuk mengatasi laju pertumbuhan yang tinggi sebagai berikut.



a. Memperluas Lapangan Pekerjaan.
Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi memicu banyaknya angkatan kerja. Kondisi ini berpotensi meningkatkan jumlah pengangguran. Untuk mengurangi jumlah pengangguran, pemerintah bekerja sama dengan pelaku usaha di dalam negeri berusha memperluas lapangan pekerjaan. Dengan begitu, banyak angkatan kerja yang terserap di dunia kerja. Jika kondisi ini bisa terwujud, jumlah pengangguran dapat berkurang.

b. Menggalakkan Program Keluarga Berencana
Semakin tinggi laju pertumbuhan penduduk, semakin besar pula jumlah penduduknya. Untuk mengendalikan dampak negatif laju pertumbuhan yang tinggi, pemerintah menggalakkan program keluarga berencana (KB). Porgram ini bertujuan untuk mengendalikan angka kelahiran sehingga dapat menekan laju pertumbuhan penduduk.

c. Menggalakkan Program Transmigrasi
Tingkat kepadatan penduduk di Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa. Ketidakmerataan persebaran penduduk ini disebabkan banyaknya fasilitas publik dan luasnya lapangan perkerjaan di Pulau Jawa. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan Pulau Jawa akan mengalami ledekan jumlah penduduk, untuk mengatasi masalah ini, pemerintah dapat menggalakkan program transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari wilayah padat penduduk menuju wilayah yang jarang penduduk.

d. Meningkatkan Produksi dan Menemukan Sumber Pangan Alternatif
Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi berdampak pada banyaknya kebutuhan pangan. Agar kelangsungan hidup penduduk terjaga, negara dapat meningkatkan produksi pangan. Selain itu, negara berupaya menemukan sumber pangan alternatif dalam memenuhi kebutuhan hidup penduduknya. Upaya ini bertujuan untuk mengimbangi kebutuhan bahan pangan terhadap laju pertumbuhan penduduk







Referensi: Buku Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX SMP/MTS Terbitan Intan Pariwara 

Dampak Penerapan Bioteknologi dalam Berbagai Bidang

Selain dalam bidang makanan, bioteknologi juga dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian, pertenakan, kedokteran, dan lingkungan . Meskipun bioteknologi dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, bioteknologi juga dapat menimbulkan dampak negatif maupun positif. untuk lebih lanjut bisa dilihat di bawah ini
Baca Juga : Penerapan Bioteknologi Konvensional pada Bidang Pangan
Tomat


1.Dampak di Bidang Lingkungan
Salah satu contoh dampak bioteknologi dalam bidang lingkungan yaitu jagung transgenik yamg taham terhadap herbisida, ketika jagung transgenik ini ditanam di lahan alami maka serbuk sari dapat membawa gen jagung transgenik dan menyerbuki jagung alami. Hal ini membuat gen-gen pada jagung terkontaminasi dengan gen-gen dari tanaman jagung transgenik. Selain itu, penemuan organisme transgenik tersebut menimbulkan kecenderungan masyarakat untuk membudidayakan organisme yang seragam, akibatnya, organisme lokak (bukan transgenik) semakin tersingkir dan langka di lingkungan. Kondisi seperti itu dapat menimbulkan hilangnya plasma nuftah alami. Oleh karena itu, pembudidayaan organisme transgenik dapat mengakibatkan punahnya makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Penggunaan tanaman transgenik juga dapat menimbulkan munculnya hama baru yang lebih kuat dari hama sebelumnya yang dapat menganggu ekosistem.


2.Dampak di Bidang Kesehatan
Adanya perkembangan rekayasa genetika membuat masyarakat khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan. Hal tersebut disebabkan di dalam organisme transgenik terdapat kombinasi gen baru. Apabila dikonsumsi oleh manusia dapat memicu timbulnya penyakit pada seseorang yang sensitif terhadap zat yang dihasilkan oleh organisme transgenik. Salah satu contoh penyakit yang ditimbulkan apabila mengonsumsi organisme transgenik yaitu alergi. Sebagai contoh, hasil penelitian terhadap tanaman kedelai transgenik yang mengandung gen dari kacang brazil dapat memicu timbulnya reaksi alergi. Selain itu, beberapa organisme transgenik dapat mengakibatkan seseorang menjadi resistan/ tahan terhadap beberapa jenis antibiotik tertentu. Sebagai contoh, seseorang yang mengonsumsi tomat flavr savr resistan terhadap antibiotik.

3.Dampak di Bidang Sosial Ekonomi
Adanya produk bioteknologi hasil rekayasa genetika dapat menimbulkan munculnya kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Kondisi tersebut disebabkan petani dan ternak tradisional tidak mempunyai modal untuk mengembangkan organisme transgenik. Sementara itu, petani dan peternak modern yang mempunyai modal dapat mengembangkan organisme transgenik sehingga dapat meningkatkan hasil panen menjadi berlimpah dan berkualitas baik. Keadaan inilah yang mengakibatkan petani dan peternak tradisional kalah saing dengan petan dan peternak modern dalam pemasaran hasil panen. Oleh karena itu, dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani dan peternak tradisional. Selain itu, juga dapat menimbulkan banyak petani dan peternak tradisional kehilangan mata pencahariannya




Referensi: Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX SMP/MTS Terbitan Intan Pariwara 

Penerapan Bioteknologi Konvensional di Bidang Pangan

Produk makanan dan minuman hasil fermentasi yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya adalah salah satu hasil pemanfaatan bioteknologi konvensional. Fermentasi merupakan proses pemecahan bahan organik kompleks menjadi bahan organik yang lebih sederhana oleh mikroba. Contohnya karbohidrat mengalami fermentasi dan diubah menjadi alkohol, karbon dioksida, dan energi.
Baca juga : Dampak Penerapan Bioteknologi dalam Berbagai Bidang



a. Produk Makanan dari Susu 

1.Yoghurt
Yoghurt merupakan hasil fermentasi susu menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus termophillus. Yoghurt lebih mudah dicerna dibandingkan susu murni. Yoghurt sangat baik dikonsumsi karena mengingkatkan penyerapan kalsium dan vitamin B, mampu meningkatkan kekebalan tubuh, serta mudah dicerna dalam lambung dan usus halus. Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yoghurt.

2.Keju
Keju dibuat dari susu y ang diasamkan dengan memanfaatkan bakteri asam laktat. Adapun proses pembuatan keju sebagai berikut. Susu dipanaskan pada suhu tertentu selama beberapa waktu untuk membunuh bakteri berbahaya. Setelah itu, dimasukkan bakteri asam laktat, untuk mengubah gula susu menjadi asam susu. Setelah itu, ditambahkan campuran enzim dengan kandungan utama kimosin (renin) untuk menggumpalkan susu sehingga terbentuk dadi susu. Bagian yang cair dipisihkan, serta bagian yang padat diperas dan dipadatkan. Selanjutnya, dadih diberi garam dan dibiarkan agar terjadi pematangan.

3.Mentega
Mentega dibuat dari krim susu dengan memanfaatkan bakteri Streptococcus lactis. Mentega dibuat dengan cara mengaduk (butter churning) krim susu menggunakan alat pengaduk mentega sampai berbentuk padat . Krim susu terpisah menjadi bagian lemak yang padat dan bagian cair (air) setelah proses pengadukan (churning) dengan menggunakan alat yang bernama churn. Cairan yang terpisah dari mentega selama proses pengadukan itu dinamakan buttermilk (susu mentega). Mentega kemudian dipadatkan dan dicetak sesuai selera dengan menggunakan cetakan. Mentega ini selanjutnya dapat pula diolah menjadi ghee atau minyak samin dengan cara memanaskan mentega dengan menggunakan nyala api kecil sampai terbentuk warna kuning emas. Cairan yang terbentuk dipisahkan dari pengotor yang berupa padatan.

b. Produk Makanan Nonsusu

1.Tapai
Tapai dibuat dari serealia terutama ketan atau umbi-umbian melalui proses fermentasi. fermentasi tersebut dilakukan dengan bantuan ragi.mikroba yang paling dominan dalam ragi yaitu jamur saccharomyes cerevisiae. jamur saccharomyes cerevisiae akan memecah glukosa pada singkong menjadi asam asetat, alkohol, energi dan gas karbon dioksida.

2.Tempe
Tempe dibuat dari kedelai dengan banuan ragi tempe berupa jamur Rhizopus sp. Jamur Rhizopus sp. akan mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana (asam amino) yang mudah dicerna oleh manusia.

3.Roti
Bahan dasar untuk membuat roti yaitu tepung terigu. Adonan tepung terigu telah difermentasikan dengan menambahkanragi roti berupa yeast atau khamir (Saccharomyces cerevisiae). proses fermentasi ini akan menghasilkan gas karbon dioksia dan alkohol yang mengakibatkan roti mengambang sehingga ukurannya menjadi lebih besar, lembut, dan tidak padat.

4.Kecap
Kecap berupa cairan berwarna hitam yang rasanya manis atau asin. Kecap dibuat dari kedelai, terutama kedelai hitam, dengan memanfaatkan jamur Aspergillus soyae dan  Aspergillus wentii. Kedua jenis ini berperan mengubah protein kompleks menjadi asam amino.

5.Taoco
Taoco berbentuk seperti pasta berwarna kekuningan dan rasanya agak asin. Taoco dibuat dari kedelai dengan memanfaatkan jamur Aspergillus oryzae. Taoco biasanya digunakan sebagai penyedap makanan.

6.Nata de Coco
Nata de coco memiliki tekstur kenyal menyerupai gel dan berwarna putih transparan. Nata de coco dibuat dari air kelapa dengan memanfaatkan bakteri Acetobacter xylinum. Mikroba tersebut berperan mengubah gula yang terkandung dalam air kelapa menjadi selulosa. Selain air kelapa, nata juga dapat dibuat dari sari nanas dan air kedelai.

7.Sayuran Fermentasi (Acar dan Asinan)
Sayuran difermentasi menjadi acar dan asinan menggunakan berbagai jenis bakteri seperti Streptoccus sp., Lactobacillus sp., dan Pediococcus sp. Mikroba tersebut mengubah gula dalam sayuran menjadi asam asetat. Asam asetat yang terbentuk dapat menghambat pertumbuhan mikroba lain dan memberikan rasa masam pada sayuran fermentasi.

8.Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol seperti anggur, rum, wine dan sake merupakan minuman hasil fermentasi. Lama fermentasimemengaruhi jumlah alkohol yang dihasilkan. Semakin lama proses fermentasi semakin tinggi kandungan alkoholnya. Dalam pembuatan minuman beralkohol, ada lebih dari satu mikroorganisme yang berperan.

9.Sufu (Keju Kedelai)
Sufu terbuat dari dadih atau gumpalan protein kedelai (tahu) yang dapat terbentuk dengan bantuan aktivitas jamur. Jenis jamur yang berperan dalam pembuatan sufu yaitu Mucur sufu, Actinomucur elegans, Mucor salvaticus, Mucor hiemalis, dan Mucor substilissimus. namun jenis yang paling baik dan ekonomis yaitu Actinomucor elegans.

10.Tempe Bongkrek
Tempe bongkrek merupaka nhasil samping dari proses pembuatan minyak kelapa yang difermentasikan oleh jamur Rhizobium sp. Tempe bongkrek dapat menghasilkan asam bongkrek yang beracun apabila terkontaminasi bakteriPseudomonas cocovenenans. Efek racunnya dapat mengganggu sistem pernapasan yang mengakibatkan kematian.





Referensi: Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX SMP/MTS Terbitan Intan Pariwara 


Pengertian, Manfaat, dan Macam-Macam Bioteknologi

a. Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari kata bio (hidup) dan teknos (teknologi). Bioteknologi adalah penerapan prinsip-prinsip biologi, biokimia, ilmu rekayasa, serta ilmu lainnya dalam pengolahan bahan yang memanfaatkan organisme (makhluk hidup) untuk menghasilkan suatu produk maupun jasa yang bermanfaat bagi manusia.

b. Macam-Macam Bioteknologi
Berdasarkan tingkat kerumitan dalam pelaksanaan proses bioteknologi, bioteknologi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

1.Bioteknologi Konvensional
Teknologi yang diterapkan dalam bioteknologi konvensional masih sederhana. Penerapan bioteknologi konvensional untuk menghasilkan produk, hanya mengandalkan peran mikroorganisme secara alami tanpa dilakukanproses rekayasa genetika oleh mikroba. Pada proses ini, campur tangan manusia hanya sebatas menyediakan dan mengondisikan substrat agar mikroorganisme dapat berkembang secara optimal. Bioteknologi konvensional memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.
a.Hanya menerapkan teknologi sederhana.
b.Prosesnya relatif belum steril sehingga kualitasnya kurang higenis.
c.Jumlah produk yang dihasilkan dalam skala kecil.
d.Biaya produksi murah.

2.Bioteknologi Modern
Bioteknologi modern berbeda dengan bioteknologi konvensional. Bioteknologi modern dilakukan dengan menerapkan teknik rekayasa genetika. Rekayasa genetika bertujuan menghasilkan organisme transgenik yang susunan gen dalamkromosomnya telah diubah sehingga mempunyai sifat menguntungkan sesuai yang dihendaki. Bioteknologi modern memiliki beberapa karakteristik berikut.
a.Menggunakan peralatan-peralatan canggih.
b.Prosesnya melakukan pemotongan atau penyisipan gen.
c.Prosesnya harus dilakukan dalam keadaan steril.
d.Biaya produksi relatif mahal.
e.Jumlah produk yang dihasilkan dalam skala besar.
f.Produk yang dihasilkan lebih berkualitas.



Artikel Lainnya

Artikel Lainnya